10 Mobil terbang ini nggak lama lagi bisa kamu pakai bepergian

10 Mobil terbang ini nggak lama lagi bisa kamu pakai bepergian

10 Mobil terbang ini nggak lama lagi bisa kamu pakai bepergian

thedangeroussummer.net - Setiap hari ilmuwan di seluruh dunia melakukan berbagai penelitian untuk menghasilkan terobosan, khususnya teknologi, yang memudahkan manusia menjalani hari-harinya. Mobilitas manusia menjadi salah satu isu besar di berbagai negara sehingga pengembangan teknologi untuk bidang ini memang cukup pesat. Berbagai inovasi moda transportasi bermunculan, salah satu yang radikal adalah pengembangan mobil terbang.

Mendengar namanya saja kamu pasti mengernyitkan kening. Sebab, selama ini yang namanya transportasi terbang, adalah pesawat, baik jenis fix wing maupun rotary wing atau helikopter. Dan mobil, selalu dioperasikan di darat. Tapi, terobosan mobil terbang ini benar-benar nyata dan bahkan dalam waktu tidak lama lagi kemungkinan bisa dioperasikan.

Sekarang ada banyak perusahaan yang telah mengembangkan mobil terbang. Berikut ini 10 mobil terbang yang membuatmu berdecak kagum, dikutip dari flightzona dan wired.com, Rabu (16/8).

1. Vahana

foto: flightzona

Airbus yang berpusat di Eropa, selama ini dikenal sebagai produsen pesawat terbang. Namun, perusahaan ini juga mengembangkan mobil terbang bernama Vahana. Airbus berencana menguji coba prototipe mobil terbang yang bisa take off secara vertikal ini pada 2017 dan targetnya mulai produksi pada 2020 mendatang.

2. Cormorant

foto: flightzona

Mobil terbang ini dikembangkan oleh Urban Aeronautics/Tactical Robotics Israel sejak 2016 silam dengan pengujian di Megido, Israel. Urban Aeronautics mengklaim mobil ini bisa terbang di antara bangunan dan di bawah saluran listrik dengan kecepatan hingga 115 mph. Mobil yang bisa take off secara vertikal ini menggunakan mesin helikopter dan awalnya dirancang untuk kepentingan militer.

3. Lilium Jet

foto: flightzona

Lilium Jet ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jerman, Lilium Aviation. Mobil terbang dengan dua kursi ini menggunakan 36 mesin kipas angin listrik di sepanjang sayapnya dan bisa take off secara vertikal. Pesawat diperkirakan memiliki kecepatan jelajah hingga 190 mph.

4. Aeromobil 3.0

foto: flightzona

Mobil terbang buatan AeroMobil Slovakia ini dinilai memiliki ukuran yang mudah diparkir di tempat parkir standar. Bahan bakarnya pun juga mudah didapat, yakni bensin. Untuk lepas landas, mobil ini butuh landasan pacu beberapa ratus meter, entah bandara, jalur rumput, atau jalanan beraspal. Hanya orang yang punya lisensi pilot yang diijinkan mengoperasikannya.

5. Ehang 184

foto: flightzona

China tak mau kalah dalam pengembangan mobil terbang. Perusahaan pembuat pesawat tak berawak China, Cia EHang, menguji coba penerbangan mobil terbang di Nevada. Ehang ini merupakan pengembangan dari drone.

6. S2

foto: flightzona

Di saat mobil di darat berkembang ke arah mobil listrik, pun demikian dengan mobil terbang. Adalah Joby Aviation dari Santa Cruz, California yang mengembangkan mobil terbang listrik. Mobil berdaya tampung dua orang itu dilengkapi 12 baling-baling di sepanjang sayap dan ekor yang membuatnya mampu lepas landas secara vertikal dan melaju hingga 200 mph.

7. Transition/TF-X

foto: flightzona

Ini adalah perkawinan antara mobil darat dan mobil terbang. Terrafugia, yang berbasis di Woburn, Massachusetts, selama satu dekade telah bekerja untuk membangun mobil yang bisa melaju di jalanan, tapi juga bisa terbang.

8. Volocopter

foto: flightzona

Perusahaan otomotif Jerman, Volvo mengembangkan mobil listrik bertenaga listrik bernama Volocopter. Mobil terbang dua kursi ini dilengkapi 18 rotor dan bisa dikendalikan dari darat, sehingga untuk menerbangkannya tidak dibutuhkan lisensi pilot.

9. Zee

foto: wordlesstech

Moda transportasi revolusioner ini dikembangkan Mountain View, California. Mobil terbang ini menggabungkan aerodinamis, manufaktur canggih dan penggerak listrik.

10. DeLorean

foto: wired

DeLorean Aerospace mengembangkan mobil terbang yang dinamai DeLorean. Mobil yang masih dalam riset dan pengembangan ini akan disiapkan dalam dua model berdasarkan ukurannya. Salah satu model dirancang untuk bisa mengangkut dua penumpang dan menggunakan tenaga listrik dengan daya jelajah hingga 120 mil.